Skip to content

Man Ana

March 27, 2006

d4cb6ebad77fb586Man Ana (siapa aku)? Pernah tak kita terfikir, adakah kita sudah cukup kenal dengan diri sendiri? Seringkali bila kita selak saja buku-buku motivasi dari barat mahupun timur, kita akan diminta untuk mengenali diri sendiri, mencari potensi diri, identify kelebihan diri dan memikirkan semua faktor-faktor yang berkait dengannya.

.

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu.”
(Siapa yang kenal dirinya, dia akan kenal Tuhannya.)

.

Maka hakikatnya, Islam juga amat menuntut supaya kita berkenalan dengan diri kita sendiri. Tetapi kenal yg macam mana? Bukan maksud kenal muka, berat & tinggi berapa, favourites apa, tabiat macam mana, berbakat bidang apa, tetapi…

Kenal, renung dan fikir hingga benar-benar terdetik dalam hati..

.

Dari mana kita datang?
Kenapa kita berada di sini – berdiri, berjalan-jalan dan hidup di muka bumi ini?
Diri kita, kaki kita, tangan kita & jari-jemari yang kita gerakkan tiap-tiap hari ni… siapa Penciptanya & untuk apa?
Apa sebenarnya yang Dia ingin kita laksanakan dengan meletakkan kita di sini sekarang ini?
Dan apa pula agaknya yang Dia hendak ajarkan dengan membiarkan sesuatu peristiwa dalam hidup kita itu berlaku?

.

Kalau orang beri kita hadiah, tiap kali melihat & menggunakan hadiah itu kita akan ingat pada pemberinya. Dengan adanya hadiah itu bersama kita, ia menjadi kenang-kenangan hingga kita boleh terasa dekatnya pemberi hadiah itu dengan kita, walaupun dia tidak ada di depan mata.

/

Jadi kalau kita fikir, dengan melihat tangan, jari-jemari diri sendiri yang Penciptanya ialah Allah, guna pula mata dan telinga yang Allah jugalah Pemberinya, tambah pula we are totally surrounded by alam yang dijadikan oleh Pencipta yang sama… takkan tidak terdetik dalam hati
“wah, dekatnya Allah dgn kita!”

/

Betapa dekatnya Allah dengan kita, telah Allah cerita & abadikan dalam Al-Quran:
“Dan sesungguhnya Kamilah yang menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan dalam dirinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya sendiri.” (Surah Qaaf : Ayat 16)

.

Itu belum lagi kita renung ayat-ayat Allah yang menyebut tentang kenapa kita di sini, kisah kita sebagai khalifah, tentang mati dan lain-lain. Pendek kata, amat benarlah hadith itu…
Siapa yang kenal dirinya,dia akan kenal Tuhannya.

.

Iya, kita orang muda yang banyak urusan dan tidak punyai banyak masa, kita penat & sibuk dengan hal seharian kita, tidak mampu lagi untuk tambah menyesakkan kepala dengan persoalan-persoalan yang berat-berat…

/

Namun, bukanlah orang yang bijaksana jika menunggu sehingga nyawa sudah berada di halkum untuk baru mula berfikir sungguh-sungguh tentang hal ini; hal diri sendiri. Di celah-celah kesibukan hidup, bak kata Muaz bin Jabal,
“Marilah duduk sebentar dan beriman sejenak”.

.

Moga Allah Pencipta kita mengasihani dan memberi kita petunjuk, InsyaAllah..
“Sesungguhnya mereka itu pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Al-Kahfi:13)

~

ar-rumaisa

28 Safar 1427H

Galway

~

 

 

p/s:teringin nak share – ni translation nasyid bahasa arab tajuk Man Ana (Siapa Aku) dari The Brothers – best!


Aku adalah insan, Andai kau tanya manusia tentang siapa aku
Aku adalah mukmin yg akan selamanya hidup sbg seorang mukmin
Biar semua yang di sini tahu bahawa aku,
Selama-lamanya takkan berlembut, takkan goyah, takkan bertolak ansur (demi Islamku)

Sungguh aku melihat (kebesaran) Allah dalam alamNya
Dan aku mendengar suara kebenaran dari QuranNya

Dan aku merasai hikmahNya serta belas ihsanNya
Dari Sirah insan terpilih (Muhammad saw) & dari imannya

Alam ini diciptakan untukku & telah berkhidmat padaku
Dan aku ini untuk siapa? Aku ini adalah Lillahi Taala, Pencipta segalanya

Aku adalah umpama mushaf Quran yang berjalan dan Islam yang diperlihatkan
Aku bagai hembusan angin meniupkan Islam di muka bumi

Aku akan menjadi bintang membimbing mereka yang mengembara dalam kegelapan
Dan aku menjadi cahaya yg menyala saat aku melihat kemungkaran

Aku tiada apa-apa melainkan hanya satu jiwa untuk kuperdagangkan
Ku jualkan kepada Allah dan Allah telah membeli.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: