Skip to content

shobrun jamil

May 28, 2009
tags: , ,

Dia menarik nafas dalam-dalam. Berat sekali berita itu. Langit dunianya seakan runtuh seketika. Namun keimanan menghalangnya dari menyalahkan sesiapa, atau apa-apapun, kecuali dirinya sendiri. Yang salah adalah dia. Pastilah dia yang tidak cukup berdoa selama ini. Pastilah solat hajatnya yang sangat kurang. Pastilah hatinya yang gelap bertitik hitam. Pastilah pergantungannya yang tidak cukup bulat lagi kepada Allah. Lalu Allah mengujinya. Untuk mengingatkannya. Untuk memanggilnya.

.

Sebenarnya, dia tidak ingin langsung menangisi berita itu. Itu dungu! Biarlah ini semata-mata untuk Allah. Semoga airmatanya hanyalah curahan keinsafan atas kelalaiannya, kerana terlalu banyak sudah pergantungannya bersisa kepada manusia. Allahussomad. Allahussomad. Allahussomad…  dia tenggelam dalam zikirnya.

… oh,baru sekarang hendak zikir! Titik jernih jatuh lagi.
Allahussomad
“Allah tempat pergantungan segala sesuatu.” (Surah al-ikhlas : ayat 2)

.

Dia perlu belajar lagi erti sabar.

.

shobrun jamil

“Maka bersabarlah kamu dengan kesabaran yang baik.” (Al-Maarij : ayat 5)

Ini ayat perintah.
Perintah dari siapa?
Perintah dari langit.
Dari Allah yang Maha Mengetahui, dari Rabb yang menghantarkan ujian ini untuknya.

.

Shobrun Jamil – kesabaran yang baik. Al-Qurthubi, As-Syaukani dan Ibnu Katsir telah menghuraikan dengan begitu halus apa itu Shobrun Jamil. Untuk memiliki ‘kesabaran yang baik’ seperti yang difirmankan Allah dalam Al-Quran itu,  perlulah bersabar dengan tidak disertai dengan keluhan atau aduan kepada sesama manusia, tidak menceritakan kesakitan yang dideritai, dan tidak pula merasa dirinya suci dengan demikian. Itulah Shobrun Jamil. Yang Allah ajarkan. Yang diceritakan Allah dimiliki oleh Nabi Yaaqub alayhissalam saat mendengar berita musibah yang menimpa Nabi Yusuf.

“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (Surah Yusuf : ayat 18)

 

Ayat yang sama telah diucapkan oleh Saidatina Aisyah (r.a) dengan mempamerkan kesabaran yang sama ketika dirinya dibelenggu fitnah yang dahsyat.

“Demi Allah aku tidak mengetahui contoh yang baik kecuali apa yang telah dikatakan oleh ayahanda Yusuf: “Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.”

. 

Ertinya juga, untuk Shobrun Jamil, hendaklah menjadikan Allah tempat mengadu yang pertama. Mengadu kesedihan kepada Allah Taala tidak akan mengurangi kesabaran yang baik, kerana memang Allah tempat pergantungan kesemua makhluk, seperti ungkapan Nabi Yaaqub yang seterusnya,

“Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Surah Yusuf :  ayat 86)

.

Shobrun Jamil… agungnya perasaan itu. Sudah pasti ia tidak akan mampu dirasai dan difahami, kecuali oleh mukmin sejati yang benar-benar meyakini setiap apa yang terjadi itu adalah ketetapan Allah jua, iaitu Tuhan yang sentiasa merencanakan hanya yang terbaik untuk hambaNya. Allah the Perfect Planner. Allah will only give what is BEST for you. ‘Best’ means nothing is better. Tiada kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik dari apa yang telah terjadi.

.

Tidak lupa, termasuk juga dalam tuntutan Shobrun Jamil untuk menjauhi yang menyakiti, tidak langsung membalas kejian dan umpatan, sekiranya ada.

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (Surah Al-Muzzammil : ayat 10)

.

Inilah nilai islam yang begitu luhur, telah Allah abadikan di dalam Al-Quran. Pastilah masih banyak pesan Al-Quran yang seharusnya senantiasa digali dan direalisasikan dalam hidup. Benarlah, jika merasa lemah, jika ingin kekuatan, maka pergilah kepada sumbernya. Saat ini dan akan datang, dia tahu banyak lagi dugaan Allah akan hadir, yang menuntut dia untuk terus tetap melangkah, kuat dan bersabar. Bukan hanya sabar, tetapi mestilah bersabar dgn Shobrun Jamil.

Mampukah dia?

3 Comments leave one →
  1. June 3, 2009 5:31 pm

    Alhamdulillah… syukran atas artikel ini. Semoga dapat meletakkan sabar sesuai dengan posisinya dan dapat memahami sabar yang sebenarnya.

    My advise is …letakkan post ini under Tausiyah tazkirah and not under uncategorised supaya senang search.

    Jazakillah.
    Teruskan berkarya and i will always visit ur blog…

  2. fathinassaqafy permalink
    June 9, 2009 8:07 pm

    Masya Allah, sifat Shobrun Jamil ini sgt indah…. Kita sume pun dah tahu kisah nabi Yaakub ketika ditimpa ujian yg sgt berat(sengsara ketika kehilangan nabi Yusuf), angkara buruk saudara2 Yusuf. Tersentuh sgt dgn ayat 86 ni, menunjukkan hanya Allahlah tempat pergantungan nabi Yaakub. Betapa pedihnya hati nabi Yaakub hanya Allah saja yg tahu. Kemudian, diikuti ayat 97-98(setelah nabi Yaakub dpt bertemu kembali dgn puteranya nabi Yusuf,

    Dia (Yaakub) berkata, “Aku akan mohonkan keampunan bagimu(saudara2 Yusuf) kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Maha Pengampun dan Maha Penyanyang”

    Nabi Yaakub tidak pula mengeji saudara2 Yusuf itu bahkan memohon ampun dosa2 mereka kepada Allah…

    Entry yg sgt best kak Hanim! Semoga kita mendapat kekuatan untuk bersabar dgn Shobrun Jamil!

  3. nazrul@salas permalink
    June 29, 2009 5:20 pm

    Assalamualaikum,

    thanks bnyk2…🙂

    kesabaran sebahagian daripada iman
    dan kesabaran itu juga ibu kepada segala ilmu

    thanks very much!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: