Skip to content

apa yang mereka tahu?

November 9, 2011

Minggu lepas ada orang beri saya bunga. Putik-putik dan banyak belum kembang. Saya jadi seronok menjelingnya sambil buat kerja setiap hari, perasan ada putik kian terbuka kelopaknya – bukti makhluk Allah yang indah ini bernyawa, walau ia bisu tidak  berkata-kata, tidak berbunyi dan tidak bergerak.

.

Bunga-bunga kecil yang bernyawa. Hati terdetik…

Apakah yang bunga-bunga kecil ini tahu tentang kehidupan?
Dan kucing nakal di sisi saya ini, apakah sebenarnya yang ia tahu?
Seandainya mereka dapat berkata-kata, apa lah agaknya yang akan diperkatakan?
Adakah mereka dungu tidak mengerti apa-apa?

.

Sungguh Al-Quran telah membukakan rahsia itu kepada kita…

“Tidakkah engkau tahu bahawasanya Allah, SENTIASA BERTASBIH kepadaNya sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi serta burung-burung yang terbang berbaris di angkasa.
Masing-masing sedia MENGETAHUI CARA SOLAT nya kepada Allah dan memujiNya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.”
(surah an-Nur : ayat 41)

.

Burung-burung, gunung-ganang… bahkan mereka lebih faham. Mereka senantiasa…

“Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-ganang turut bertasbih memuji Kami bersama-samanya, pada waktu petang dan ketika terbit matahari. Dan burung-burung turut berhimpun; tiap-tiap satunya MENGULANGI TASBIH masing-masing menurutnya.” (surah Sad : ayat 18-19)

.

Jadi mereka itu semuanya mengetahui – bunga kecil itu, kucing nakal itu, rumput itu, batu itu. Mereka itu semuanya mengerti… tentang Allah Tuhan mereka, tentang Allah rabbul ‘alamin.

Maka sebenarnya siapa yang tak faham siapa?

“Langit yang 7 dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah dan tiada suatu apapun melainkan bertasbih memujiNya; KAMU SAHAJA YANG TIDAK FAHAM TASBIH MEREKA. Sesungguhnya Dia Maha Penyabar, lagi Maha Pengampun.” (Surah al-Isra’ : ayat 44)

.

Oh terasa meremang bulu roma memikirkannya!

Begitulah Allah menceritakan rahsia alam dan makhluk-makhluk ciptaanNya kepada kita. Allah mengajarkan kepada kita satu cara pandang dunia, memahami bahawa semua makhluk di alam ini tanpa manusia sedari sebenarnya sedang bertemasya bersama-sama dalam tasbih mereka memuji Allah. Alam ini adalah sahabat yang mesra bagi orang-orang beriman. Ia menyambut tasbih manusia-manusia yang bersama. Bahkan ia mendoakan manusia-manusia yang soleh.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.(Hadith Riwayat at-Tirmidzi)

.

Justeru..
Kalau manusia itu kufur? kalau dia itu ingkar? kalau dia itu enggan tunduk kepada Allah? kalau dia itu melakukan perkara yang mengundang kemurkaan Allah?

Pastilah..
Dia telah terbuang dari pesta temasya tasbih alam ini! Tersingkir! Disisihkan. Janggal dan peliknya dia di situ. Dikutuk dibenci oleh bumi yang sedang dihuninya, dan oleh sekalian makhluk.

.

Segalanya telah diberitakan dalam Al-Quran, diceritakan dalam Hadith Nabi.

“Segala puji bagi Allah Tuhan Sekalian Alam.” (Surah Al-fatihah :  ayat 2)

Adakah kita mengerti?

.

ar-rumaisa
Waterford

(rujukan : Muqadimah Fi Zilal Quran oleh Syed Qutb, Al-Quran)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: