Skip to content

Simpulan

November 10, 2012
knot

Astaghfirullah al-adzim.
Sudah keliru rasanya,air mata ini mengalir untuk apa.. Adakah kerana ujian kecil yang Allah hadirkan dalam hidup ini barang sebentar? Ataukah ia airmata penyesalan terhadap mudahnya diri ini memohon alasan untuk ‘excuse’ dari tugasan dakwah yg diamanahkan ketika ini?

.

Teruslah debat itu berpanjangan sendiri. Yang pasti,kedua-dua perkara itu sangat mencalarkan hati.Manifesto bahawa diri ini lemah, tidak cukup kuat, lantas tunduk kepada perasaan dan tidak tahan hanya dengan ujian kecil serta keinginan yang manusiawi. Tapi manusia bukan robot kan? Namun jauh di sudut hati, tetap merasakan sudah pun meringan-ringankan amanah, bermudah-mudah.

.

Lebih teruk lagi,walaupun menyedari hal ini, masih juga gagal mencari kekuatan menunaikan amanah dakwah yang diberikan dan telah pun memilih untuk ‘rehat’ sejenak. Barangkali Allah yang tidak menyukai kehadiran diri ini di tempat orang-orang soleh itu, dan ujian kecil itulah yang menjadi tapisan buat kali ini. Tekad tidak cukup kuat. Niat tidak cukup ikhlas. Hati tidak cukup bersih. Titisan itu jatuh lagi.

.

Tersentuh dengan ucapan Allahyarham akh Yusuf Tala’at kepada Allahyarham Ustaz Hasan al-Hudhaibi:

“Sesungguhnya kami mengetahui kesusahan apa yang Ustaz tanggungi. Tetapi dakwah lebih mulia di sisi kami dan di sisi Ustaz juga. Mana mungkin kita biarkan dakwah tanpa qiyadah? Sesungguhnya kami telah sepakat memilih Ustaz sebagai pemimpinnya. Andainya kami telah sepakat untuk membelanya, maka Ustaz juga mestilah bersedia untuk membelanya. Dan Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan Ustaz seandainya Ustaz menyahut seruan dakwahNya. Dan kami sekali-kali tidak akan keluar dari tempat ini melainkan setelah Ustaz menerima..”

Jauh benar diri ini dengan mereka berdua, baik yang mengucapkannya, mahupun yang mendengar ucapan itu.

.

Harusnya seorang daie itu..

Tidak takut melainkan kepada Allah..
“Wahai Bani Israil,Kenanglah segala nikmat yang telah Kuberikan kepadamu, dan sempurnakanlah perjanjian(mu) dgnKu, supaya Aku sempurnakan perjanjianKu dgnmu; Dan hanya kepada Aku sajalah hendaknya kamu merasa takut (bukan kpd sesuatu yg lain).” (Al-Baqarah: ayat 40)

Yakin dengan janjiNya..
“Barangsiapa yang berjihad mencari keredhaan Kami,nescaya benar-benar akan ditunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut:ayat 69)

Tidak putus-asa dengan pertolonganNya..
“..Janganlah kamu berputus-asa dari rahmat serta pertolongan Allah.Sesungguhnya tidak berputus-asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu,melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf: ayat 87)

Tidak risau kerana mengetahui bahawa setiap yang berlaku tidak lain adalah perencanaanNya juga..
“Tidak sekali-kali akan menimpa kami melainkan apa yg memang telah ditetapkan Allah bagi kami,Dialah Pelindung yg menyelamatkan kami,maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.”(At-Taubah: ayat 51)

Tidak mengharapkan apa-apa selain keredhaanNya..
“Dan sesungguhnya pahala akhirat itu lebih baik..” (Yusuf: ayat 57)

.

Jika Allah ingin memberikan kebahagiaan kpd seseorang,
Dia tidak boleh ditahan oleh apa-apa tangan sekalipun.
Jika Allah ingin menghalang kebahagiaan kpd seseorang,
Dia tidak boleh dihulur oleh mana-mana tangan sekalipun.

Jika Allah mengatur untuk kita..
Sesuatu yg org lain sangkakan sebagai tewas,
Maka kita tetap akan melihat kemenangan dari sisiNya.
Jika Allah menetapkan untuk kita..
Sesuatu yg org lain rasa rugi,
Maka kita akan mendpt keuntungan dari jalan-jalan yg manusia tidak sangka.

Jika Allah uruskan urusan kita..
Dan tidak meninggalkan kita,tidak menyerahkan diri kita kpd kita sendiri walau sekelip mata,
Maka akan selesailah semuanya dgn apa yang terbaik.

.

Semua ini aqidah. Simpulan-simpulan dalam hati seorang Muslim yg mengaku beriman kepada keesaanNya. Yang memberi makna dan kesan kepada kehidupannya,mengubah sikapnya dan cara pandangnya kepada dunia, memberi harapan kerana adanya tempat pergantungan,iaitu Allah Subhanahu wa Taala.

.

Nukilan dari hati yang tulus,sesal dan sedang berharap kepadaNya. Dikongsikan buat peringatan kepada diri sendiri dan sahabat-sahabat yg dikasihi. Jangan menjauh dariNya, walau apa alasan pun. Jangan longgar dalam pegangan dan amanahmu, mudah-mudahan dgn itu Allah akan sudi bersama dan mengampunkan.

Astaghfirullah al-adzim.

.

ar-rumaisa
Ireland

One Comment leave one →
  1. nadia permalink
    December 17, 2012 4:20 pm

    ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: